Wakatobi sering disebut sebagai salah satu taman laut terbaik di Indonesia, dan sekarang sampai ke sana lebih mudah karena Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi sudah punya penerbangan komersial. Rute 4 hari ini fokus di dua pulau yang paling padat spot bawah lautnya, Wangi-Wangi dan Tomia, dengan transportasi umum dan penginapan kelas homestay. Semua harga di bawah diambil dari sumber resmi dan situs pemesanan, bukan perkiraan sendiri.
Hari 1: Kendari ke Wanci
Penerbangan langsung ke Wakatobi berangkat dari Kendari, jadi kota ini jadi titik kumpul paling praktis. Maskapai FlyJaya melayani rute Kendari ke Bandara Matahora sejak penerbangan perdana 14 Oktober 2025, menurut Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Matahora. Jadwalnya hanya beberapa kali seminggu dan sering berubah: pada Agustus 2026 penerbangan reguler berjalan tiap Selasa dan Jumat, sempat dihentikan sementara, lalu dibuka lagi mulai 21 September 2026. Cek jadwal terbaru sebelum menyusun hari, dan jangan mengandalkan penerbangan harian.
Harga tiket FlyJaya Kendari ke Wakatobi di Traveloka untuk akhir 2026 mulai sekitar 43 sampai 50 dolar AS sekali jalan, kira-kira Rp700 ribuan sampai Rp850 ribuan, dan berubah tiap hari. Kalau mau menekan biaya, ada kapal dari Pelabuhan Kapal Malam Kendari ke Wanci. Ada keberangkatan pagi dan malam tergantung kapalnya, dengan tarif ekonomi sekitar Rp150.000 sampai Rp230.000 dan waktu tempuh 8 sampai 12 jam. Jadwal kapal sering berganti, jadi tanyakan langsung di loket pelabuhan sehari sebelumnya.
Bandara Matahora ada di sisi timur Pulau Wangi-Wangi, di seberang kota Wanci, dan tidak ada angkutan umum. Ojek dari bandara ke Wanci sekitar Rp50.000 dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Setelah check in, jalan kaki ke Pasar Malam Wanci yang berdiri di atas air untuk makan malam seafood bakar, lalu tidur cukup karena besok harus siap di pelabuhan sebelum pukul dua siang.
- Penginapan murah di Wanci: Jelly Homestay sekitar Rp100.000 per kamar, Hotel Wakatobi Rp182.000 untuk kamar standar
Hari 2: Speed boat ke Tomia
Speed boat reguler dari Pelabuhan Pattinggu di Wanci menuju Pelabuhan Waha di Tomia berangkat setiap hari sekitar pukul 14.00 dan tiba sekitar 2,5 jam kemudian. Tiketnya Rp150.000 dan dibeli langsung di pelabuhan, bukan online. Alternatifnya KM Fungka Express yang berangkat pukul 08.00 dengan tarif Rp175.000 dan waktu tempuh sekitar 3 jam.
Sore hari setelah tiba di Waha, jalan atau sewa motor ke Pantai Hondue, sekitar 3 km ke selatan. Deretan karang di depan pantai ini menyambung sampai pelabuhan feri 500 meter di utaranya, jadi kamu bisa snorkel dari bibir pantai tanpa perlu kapal. Arus di beberapa titik cukup kuat, jadi tetap pakai pelampung dan jangan menyelam sendirian.
Untuk tidur, Labore Stay di dekat dermaga Waha memasang tarif Rp150.000 per kamar dan pemiliknya bisa mengatur sewa motor serta trip snorkel. Kalau ingin pemandangan tebing, Pombero Lodge di Desa Kulati mulai Rp350.000 per malam.
Hari 3: Roma Reef, dermaga tua, dan Benteng Patua
Pagi hari pakai untuk snorkel atau diving. Perairan Tomia, termasuk pulau kecil Onemobaa, Sawa, dan Lintea di sekitarnya, adalah area paling utuh menurut panduan diving PADI, dengan Roma Reef sebagai salah satu spot yang paling sering disebut. Salah satu titik snorkel darat yang direkomendasikan Wikivoyage ada di dermaga terbengkalai di ujung barat laut Tomia, dekat Kedai Selly Water. Titik lain ada di timur Pantai Hongaha dekat Desa Kulati, di sana juga ada bangkai kapal Perang Dunia II, tapi ombaknya bisa besar.
Semua kegiatan dalam kawasan taman nasional butuh tiket resmi. Menurut laman tiket Balai Taman Nasional Wakatobi, tiket masuk Nusantara Rp5.000 per orang per hari dan Rp7.500 pada hari libur. Izin snorkeling Rp15.000 per orang per hari, menyelam Rp25.000 per orang per hari, dan sewa kapal motor 40 sampai 100 pk Rp100.000 per unit per hari. Bayar di loket resmi, simpan buktinya karena sering diperiksa di dermaga.
Sore hari sewa motor dan lanjut ke Benteng Patua di sisi barat pulau. Kompleks benteng peninggalan Kesultanan Buton ini punya dua meriam tua di bagian belakang yang sekaligus jadi titik pandang. Untuk makan malam, warung di Jalan Lakota, Waha, menjual gado-gado, bakso, sampai nasi kuning dengan harga kaki lima.
Hari 4: Balik ke Wanci dan pulang
Speed boat dari Pelabuhan Waha ke Wanci berangkat sekitar pukul 06.00 dan tiba sekitar 2,5 jam kemudian, dengan tiket Rp150.000. Kalau kapal pagi batal karena cuaca, KM Fungka Express dari pelabuhan feri berangkat sekitar pukul 08.30 sebagai cadangan. Jangan menjadwalkan penerbangan pulang di jam yang terlalu mepet, karena penyeberangan di Wakatobi sangat bergantung pada cuaca.
Dari Wanci ke Bandara Matahora naik ojek sekitar 30 menit. Sebelum terbang, sempatkan mampir ke toko suvenir Anemo Wakatobi di Jalan Poros Liya, buka pukul 09.00 sampai 21.00, untuk kaos dan kain buatan lokal. Karena penerbangan ke Kendari tidak setiap hari, cocokkan hari pertama dan hari keempat rute ini dengan jadwal FlyJaya yang berlaku saat kamu memesan.
Perkiraan biaya per orang
Hitungan ini untuk satu orang yang berangkat dari Kendari, menginap di homestay, dan makan di warung. Tiket pesawat adalah komponen terbesar, jadi totalnya bisa naik cukup banyak kalau terbang dari Jakarta atau Bali.
- Tiket pesawat Kendari ke Wakatobi pulang pergi: sekitar Rp1.400.000 sampai Rp2.200.000
- Speed boat Wanci ke Tomia pulang pergi: Rp300.000
- Tiket masuk taman nasional 4 hari: Rp20.000
- Izin snorkeling 2 hari: Rp30.000
- Sewa kapal motor untuk snorkel: Rp100.000 per unit per hari, dibagi jumlah peserta
- Penginapan 3 malam: sekitar Rp400.000 (Rp100.000 di Wanci, Rp150.000 per malam di Waha)
- Ojek bandara pulang pergi: Rp100.000
- Makan dan air minum: sekitar Rp150.000 per hari
- Total kasar: Rp3 juta sampai Rp4 juta per orang
Yang perlu disiapkan
Bawa alat snorkel sendiri. Wikivoyage mengingatkan bahwa tidak semua penginapan menyewakan perlengkapan, dan pilihan di pulau kecil terbatas. Sepatu karang membantu saat masuk dari pantai berbatu, sementara rash guard melindungi dari matahari dan karang.
Uang tunai tetap penting. Tiket speed boat dan tiket taman nasional dibeli di loket, dan ATM paling mudah ditemukan di Wanci. Terakhir, cek ulang jadwal penerbangan dan kondisi cuaca sehari sebelum berangkat karena jumlah penerbangan ke Wakatobi sedikit dan penyeberangan antar pulau bisa berhenti saat gelombang tinggi.
Harga dan aturan di artikel ini diperiksa pada 26 Oktober 2026. Tarif bisa berubah, jadi cek lagi ke pengelola resmi sebelum berangkat.
Sumber: UPBU Bandara Matahora, Kementerian Perhubungan, penerbangan perdana FlyJaya Kendari-Wakatobi (Oktober 2025); Balai Taman Nasional Wakatobi, halaman tiket resmi (2026); Wikivoyage, panduan perjalanan Wakatobi (diperbarui 2025); Tomia Fundive, cara ke Pulau Tomia dan jadwal speed boat; Nusatrip, harga tiket pesawat Kendari ke Wangi-wangi (2026); PADI Blog, panduan diving Wakatobi; Kendariinfo, jadwal reguler FlyJaya Kendari-Wakatobi Selasa dan Jumat (Agustus 2026); RRI Kendari, FlyJaya kembali layani rute Kendari-Wakatobi mulai 21 September 2026; Traveloka, harga tiket pesawat ke Wakatobi; Parlementaria, jadwal kapal Kendari-Wanci 2026.